Hak Cipta Sebuah Lagu

Perlindungan Hukum terhadap Hak Cipta Lagu

Diposting pada

HeraJustitia – Belakangan ini sangat sering kita mendengar lagu-lagu yang dinyanyikan orang lain (bukan oleh sang pencipta) atau bahasa gaulnya “cover lagu”. Tidak jarang lagu hasil cover booming dan menyamai atau bahkan lebih viral dari lagu aslinya. Seperti apa sebenarnya perlindungan hukum terhadap sebuah lagu yang diciptakan? Beginilah hukum memandang hal tersebut.

 

1. Pengertian

Hak Cipta lagu adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu lagu dapat didengar.

 

Hak Cipta lagu lahir secara otomatis bukan pada saat lagu tersebut selesai direkam, akan tetapi hak cipta lagu lahir secara otomatis pada saat lagu tersebut sudah bisa didengar, dibuktikan dengan adanya notasi musik dan atau tanpa syair.

 

Hal ini sesuai dengan definisi mengenai Hak Cipta, dalam pasal 1 angka 1 Undang-Undang Hak Cipta yaitu: hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Perlindungan Hak Cipta Lagu

Perlindungan hukum bagi pencipta lagu berlaku dimanapun tidak tergantung pada media yang digunakan untuk mengumumkan suatu lagu, termasuk situs berbagi video seperti youtube, vimeo, dan sebagainya.

Seorang Pencipta yang meyakini bahwa karyanya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sangat disarankan untuk mendaftarkan hak ciptanya.

Hak cipta yang didaftarkan akan lebih baik karena dengan pendaftaran akan ada bukti formal kepemilikan hak cipta.

Bagi Pencipta sendiri ada dua hak yang timbul dari lagu ciptaannya tersebut yaitu Hak Moral dan Hak Ekonomi.

 

2.1 Hak Moral

Hak Moral menurut Pasal 5 ayat (1) UUHC merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri pencipta, sedangkan;

2.2 Hak Ekonomi

Hak Ekonomi merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan (Pasal 8 UUHC).

Kemudian untuk perbuatan “menyanyikan kembali”, tindakan tersebut termasuk sebagai Pengumuman.

Orang yang menyanyikan kembali lagu tanpa seizin Pemegang Hak Cipta bisa terkena sanksi pidana Pasal 113 ayat (3) UUHC 2014 yang berbunyi:

“Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.

 

Jadi jangan sembarangan menyanyikan lagu orang lain ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *